Selasa, 10 Maret 2020

Laporan Reaksi-Reaksi Hidrokarbon

Untuk tujuan hingga prosedur kerja dapat dilihat dilink berikut

VII. Data Pengamatan

7.1 Brom dalam tetraklorida

No.
Perlakuan
Hasil
1.
Diisi 1 ml alkana ke dalam tabung reaksi, ditambahkan 10-15 tetes brom diguncangkan, ditempatkan tabung dalam tempat gelap.
Warna tidak mengalami perubahan.
2.
Diisi 1 ml alkana ke dalam tabung reaksi, ditambahkan 10-15 tetes brom diguncangkan, ditempatkan tabung dalam tempaat yang disinari matahari.
Warna berubah dari kuning menjadi bening.
3.
Diisi 1 ml eter + 10 tetes brom dan diguncang.
Terdapat dua fasa, yang bagian atas berwarna kuning (brom) dan bagian bahwa berwarna putih (eter).
4.
Diisi 1ml benzene + 1ml brom lalu diguncang.
Terdapat dua lapisan, yang bagian atas berwarna bening dan bagian bawah berwarna coklat.

7.2 Brom

No.
Perlakuan
Hasil
1.
Tabung reaksi pertama, dimasukkan 1ml benzene kemudian ditambahkan 3 tetes brom.
Warna larutan pada bagian atas kuning dan pada bagian bawah bening.
2.
Dipanaskan tabung tersebut dalam penangas air (50 C).
Larutan menguap dan tidak ada sisa dalam tabung reaksi.
3.
Tabung reaksi kedua, dimasukkan potongan besi dan ditambahkan 1ml benzene.
Potongan besi terdapat pada bagian bawah tabung reaksi.
4.
Diteteskan 3 tetes brom kedalam tabung reaksi dua.
Warnanya menjadi kuning pudar.
5.
Dipanaskan tabung tersebut dalam penangas air (50 C).
Larutan masih tersisa pada tabung dan tidak menguap.


7.3 Larutan Kalium Permanganat

No
Perlakuan
Hasil
1.
Dimasukkan 1 ml larutan KMnO4 + 5 tetes alkane (n-metana).
Warna larutan menjadi kecoklatan.
2.
Dimasukkan 1 ml larutan KMnO4 + 5 tetes alkane (n-heptana).
Warnanya tetap ungu pekat.
3.
Dimasukkan 1 ml larutan KMnO4 + 5 tetes alkane (n-heksana).
Warnanya tanpa kemerahan.
4.
Dimasukkan 1 ml larutan KMnO4 + 5 tetes alkane sikloheksena (eter).
Warnanya ungu kemerahan
5.
Dimasukkan 1 ml larutan KMnO4 + 5 tetes sikloheksena (Benzene).
Terbentuk dua lapisan dan masing-masing warnanya tetap.

7.4 Asam Sulfat

No
Perlakuan
Hasil
1.
Dimasukkan kedalam tabung reaksi 2 ml asam sulfat + 10 tetes eter kemudian digoncangkan.
Laurtan berubah warna menjadi jungga dan terasa panas saat dikocok.
2.
Dimasukkan 2 ml H2SO4 + 10 tetes n-heptana dikocok.
Larutan tidak larut sehingga terbentuk dua lapisan, pada bagian atas berwarna bening dan pada bagian bawah agak keruh.

7.5 Asam Nitrat

No
Perlakuan
Hasil
1.
Pada tabung reaksi satu, dicampurkan asam nitrat 4 ml dengan eter.
Timbul gelembung.
2.
Dimasukkan batu didih pada tabung dan dididihkan.
Timbul warna kuning pekat, bau yang menyengat dan asap
3.
Dituangkan larutan kedalam es.
Larutan menjadi bening kembali.
4.
Pada tabung reaksi dua, dicampurkan asam nitrat 4 ml dengan benzen 0,5 ml.
Timbul asap.
5.
Dimasukkan batu didih pada tabung dan dididihkan campuran.
Timbul gelembung dan larutan berubah menjadi warna kuning bening.
6.
Dituangkan larutan kedalam es.
Timbul asap dan bau yang menyengat, larutan berubah menjadi keruh.

7.6 Bahan Tidak Dikenal

7.6.1 Bahan Tidak Dikenal 1

No
Perlakuan
Hasil
1.
Pada tabung reaksi satu, ditambahnakn H2SO4 pada larutan sampel.
Timbul warna kecoklatan seperti warna betadine.
2.
Pada tabung reaksi dua, ditambahkan aquades pada larutan sampel.
Larutan tidak menyatu dan timbul gelembung dibawah.
3.
Pada tabung reaksi tiga, ditambahkan kloroform pada larutan sampel.
Terbentuk dua lapisan yang memisah.

7.6.2 Bahan Tidak Dikenal 2

No
Perlakuan
Hasil
1.
Pada tabung reaksi satu, ditambahkan H2SO4 pada larutan sampel.
Larutan menjadi panas dan terbentuk dua lapisan, pada bagian atas larutan keruh dan pada bagian bawah larutan bening.
2.
Pada tabung reaksi dua, ditambahkan aquades pada larutan sampel.
Terbentuk dua lapisan, pada bagian atas larutan keruh dan pada bagian bawah larutan bening.
3.
Pada tabung reaksi tiga, ditambahkan kloroform pada larutan sampel.
Larutan menjadi keruh.

VIII. Pembahasan
 Umumnya senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang terdiri atas atom karbon dan atom hidrogen yang sering disebut dengan alkana, alkena, dan alkuna. Pada kehidupan sehari-hari kita sering menemukan berbagai kegunaan atau manfaat dari senyawa hidrokarbon itu sendiri. Senyawa hidrokarbon ini mempunyai reaksinya ada dua yaitu dapat berlangsung secara pembakaran sempurna dan tak sempurna. Seperti halnya pada reaksi lain, pada reaksi hidrokarbon juga dapat digunakan katalis (Syamsurizal, 2019).


8.1 Brom dalam tetraklorida

Percobaan ini bertujuan agar dapat mengetahui kandungan brom pada tetraklorida. Pada percobaan ini alkana yang digunakan  adalah n-heksana. Terdapat dua jenis  perlakuan yang dilakukan. Pertama, dimasukkan 1 ml alkana kedalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 10-15 tetes brom lalu diguncangkan, dan setelah itu diletakkan tabung kedalam tempat gelap. Kedua, diisi 1 ml alkana kedalam tabung reaksi,  selanjutnya ditambahkan 10-15 tetes brom dan diguncangkan, kemudian ditempatkan tabung ke tempat yang disinari oleh sinar matahari. Dari hasil yang didapatkan dari percobaan terdapat perbedaan antara yang diletakkan pada tempat terang dan tempat yang gelap. Pada tempat gelap tidak terjadinya perubahan warna yaitu tetap bewarna kuning, sementara untuk yang diletakkan ditempat terang  mengalami perubahan warna yaitu berubah dari kuning menjadi bening.

Selanjutnya kami melakukan percobaan dengan mencampurkan antara campuran brom dengan eter dan benzene dengan campuran brom. Pada percobaan pertama, diisi 1 ml eter setelah itu ditambahkan  10 tetes brom pada tabung reaksi yang kemudian diguncang. Hasil yang didapat adalah terdapat  dua fasa yaitu, pada yang bagian atas berwarna kuning (brom) dan pada  bagian bahwa berwarna putih (eter). Perlakuan kedua adalah diisi 1ml benzene lalu ditambahkan 1ml brom pada tabung reaksi dan diguncang. Hasil yang didapat adalah terdapat dua lapisan yaitu,  pada bagian atas berwarna bening dan bagian bawah berwarna coklat. Terbentuknya dua fasa (lapisan) itu disebabkan oleh karena adanya perbedaan dari kedua campuran.


8.2 Brom

Percobaan ini dibertujuan untuk menguji seberapa cepat brom akan bereaksi dengan benzene. Percobaan ini dilakukan dengan dua cara yang berbeda. Pertama, diisi 1ml benzene kemudian ditambahkan 3 tetes brom. Didapatkan hasil perlakuan adalah terbentuknya dua lapisan pada tabung yaitu, terdapat perbedaan warna pada warna larutan, pada bagian atas kuning dan pada bagian bawah bening. Kemudian dipanaskan tabung  yang berisi larutan tersebut pada penangas air dengan suhu 50 C. Hasil yang didapatkan adalah larutan menguap dan tidak terdapa sisa larutan dalam tabung reaksi. Pada tabung reaksi kedua dilakukan hal yang serupa pada sampel namun dibuat perlakuan dengan ditambahkan potongan besi kedalamnya. Akibat dari penambahan besi ini adalah terdapat larutan masih tersisa dalam tabung dan tidak menguap pada saat proses pemanasan dilakukan.

8.3 Larutan Kalium Permanganat

Untuk percobaan ini dilakukan pengujian senyawa hidrokarbon yaitu alkana. Pada percobaan ini ada lima macam alkana yang digunakan. Pada percobaan ini, terjadi perubahan warna dari kalium permanganat yang awalnya ungu berubah ketika direaksikan dengan berbagai alkana. Banyak kemungkinan yang dapat terjadi seperti tebentuknya endapan MnO2 yang ditandai dengan perubahan warna menjadi warna coklat. Reaksi  ion MnO4- dengan alkana  menyebabkan hilangnya warna ungu dari larutan. Perlakuan pertama, diletakkan 1 ml larutan KMnO4 pada tabung lalu ditambahkan  5 tetes n-metana. Hasil yang didapat adalah warna larutan berubah menjadi kecoklatan. Selanjutnya perlakuan kedua, dimasukkan 1 ml larutan KMnO4 kemudian ditambahkan 5 tetes alkana n-heptana. Hasilnya adalah warnanya tetap ungu pekat. Kemudian perlakuan ketiga, diisikan 1 ml larutan KMnO4 dan ditambahkan 5 tetes  n-heksana. Didapatkan hasil, warna dari larutan berubah menjadi warna kemerahan. Perlakuan keempat, dimasukkan 1 ml larutan KMnO4 dan ditambahkan 5 tetes sikloheksena (eter). Hasilnya adalah  terjadi perubahan warnanya menjadi ungu kemerahan. Perlakuan yang terakhir adalah dimasukkan 1 ml larutan KMnO4, setelah itu ditambahkan 5 tetes sikloheksena (Benzene) . Hasil yang didapatkan adalah terbentuk dua lapisan dan masing-masing warnanya tetap.

8.4 Asam Sulfat Pekat

Pada percobaan ini kami menggunakan pereaksi asam sulfat pekat dan menggunakan dua senyawa hidrokarbon  yang berbeda yaitu n-heptana dan eter. Pada tabung pertama, dimasukkan 2ml asam sulfat  kedalam tabung reaksi lalu ditambahkan 10 tetes eter kemudian digoncangkan. Hasilnya adalah terjadi perubahan warna larutan  yaitu, berubah warna menjadi jingga dan terasa panas saat dilakukan pengocokkan. Kemudian pada tabung kedua, diisi 2 ml H2SO4 dan dimasukkan  10 tetes n-heptana lalu dikocok. Hasil dari perlakuan ini adalah larutan tidak larut sehingga terbentuk dua lapisan yaitu, pada bagian atas larutan berwarna bening dan pada bagian bawah larutan agak keruh.

8.5 Asam Nitrat

Pada percobaan ini kami menggunakan  asam nitrat sebagai zat pereaskinya dan memakai dua sampel yang berbeda yaitu eter dan benzene.  Pada tabung reaksi pertama, dicampurkan asam nitrat 4 ml dengan eter , hal yang terjadi adalah  timbulnya gelembung pada tabung. Selanjutnya dimasukkan batu didih pada tabung reaksi lalu dididihkan. Hasilnya adalah timbulnya perubahan menjadi warna kuning pekat, muncul asap dan  tericum bau yang menyengat. Lalu dimasukkan campuran tersebut kedalam air es  , dan didapatkan larutan menjadi bening kembali.


Pada tabung reaksi dua, dicampurkan asam nitrat 4 ml dengan benzen 0,5 ml, didapatkan hasil muncul asap. Lalu ditambahkan batu didih pada tabung kemudian dididihkan campuran tersebut. Hasil yang didapatkan dari perlakuan ini adalah munculnya gelembung dan larutan berubah menjadi warna kuning bening. Lalu dituangkan larutan kedalam es dan munculnya asap dan bau yang menyengat, serta larutan berubah menjadi keruh

8.6 Bahan Tidak Dikenal

Pada percobaan ini terdapat dua macam sampel yang digunakan. Pada sampel petama yaitu pada tabung reaksi satu, ditambakan H2SO4 kedalam larutan sampel hasilnya adalah timbul warna kecoklatan seperti warna betadine. Sedangkan pada tabung reaksi dua, ditambahkan aquades pada larutan sampel hasil yang didapat adalah larutan tidak menyatu dan timbul gelembung dibawah. Untuk tabung reaksi tiga, dilakukan dengan penambahan kloroform pada larutan sampel hasilnya terbentuk dua lapisan yang memisah. Dari hasil reaksi yang didapatkan berdasarkan data pengamatan sifat fisik dan kimianya, dapat ditarik kesimpulan bahwa sampel pertama merupakan senyawa hidrokarbon jenuh. Hal ini dikarenakan sifatnya yang tidak menyatu dengan air dan terbentuk gelembung, dengan itu dapat diasumsikan bahwa sampel merupakan minyak.


Sedangkan untuk sampel kedua dilakukan prosedur pengerjaan yang serupa dengan sampel yang pertama,diamna didapatkan hasil untuk penambahan H2SO4 adalah larutan menjadi panas serta terbentuk dua lapisan yaitu pada bagian atas larutan keruh dan pada bagian bawah larutan bening. Kemudian untuk penambahan aquades juga terbentuk dua lapisan yaitu pada bagian atas larutan keruh dan pada bagian bawah larutan bening. Sedangkan untuk perlakuan terakhir pada penambahan kloroform  didapatkan hasil larutan berubah menjadi keruh. Berdasarkan hasil pengamatan dari setiap tabung rekasi yang dihasilkan yaitu, pada tabung reaksi ketiga dimana saat direaksikan dengan kloroform larutan memisah dan terbentuk cicin pada tabung reaksi. Maka kami dapat mengasumsikan  bahwa dengan cincin tersebut larutan sampel merupakan senyawa benzene yang tidak dapat larut.

IX. Pertanyaan pasca praktikum


1. Mengapa pada percobaan Kalium Permaganat dimana saat ditambahkan dengan benzene itu terbentuk dua lapisan sementara pada penambahan eter hanya terjadi perubahan warna saja yaitu menjadi warna merah?

2. Mengapa pada percobaan dengan menggunakan alkana saat direaksikan ditempat gelap alkana tidak bereaksi dengan brom sedangkan pada tempat yang terang dapat bereaksi?


3. Pada percobaan asam nitrat saat campuran antara asam nitrat dengan eter dipanaskan larutan berubah menjadi berwarna kuning pekat sedangkan pada saat dimasukkan ke air es larutan menjadi bening. Hal apakah yang menyebabkan campuran menjadi bening? Dan apakah bisa dilakukan pendinginan dengan air biasa?

X. Kesimpulan

1.      Senyawa hidrokarbon tak jenuh dan senyawa hidrokarbon jenuh memiliki kemampuan untuk bereaksi yang berbeda.

2.      Dalam melakukan penentuan golongan, dapat dilakukan berbagai macam uji seperti uji brom dalam tetraklorida, uji brom, uji asam nitrat, uji asam sulfat pekat, uji menggunakan Kalium permanganat.


3.      Dalam pengujian mengetahui sifat fisik dan sifat kimia dari senyawa yang diuji akan sangat membantu analisis

XI. Daftar Pustaka

Fessenden, R.J. and J.S. Fessenden. 2017. Kimia Organik Dasar Edisi Ketiga. Jilid 1.
       Terjemahan oleh A.H. Pudjaatmaka. Jakarta: Erlangga.

Marsaoli, M. 2004. Kandungan Bahan Organik, n-Alkana, Aromatik, dan Total Hidrokarbon   
        dalam Sedimen di Perairan Raha Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Jurnal 
        Makara  Sains. Vol 8 (3).

Riswiyanto.2009. Kimia Organik. Jakarta : Erlangga.

Syamsurizal. 2019. Reaksi Reaksi Hidrokarbon. Diakses pada tanggal 01 Maret 2020. Pukul
        20:38 WIB.

Tim Kimia Organik. 2016. Penuntun Praktikum Kimia Organik I. Jambi: Universitas Jambi.

XII. Lampiran

Untuk video praktikum dapat dilihat dilink berikut.

3 komentar:

  1. Assalamualaikum wr.wb. saya Hesti Nurmelis dengan NIM A1C118090 akan menjawab pertanyaan no 2. Karena ditempat yang gelap jumlah oksigen yang tersedia hanya sedikit dan ini mengakibatkan reaksi nya berjalan lambat. Sedangkan jika ditempat terang kapasitas oksigen nya itu banyak jadi reaksi bisa berjalan dengan cepat serta jumlah cahaya yang banyak juga mempengaruhi kecepatan reaksi serta suhu juga mempengaruhi kecepatan laju reaksi.

    BalasHapus
  2. Saya Paulina Erika Manurung Nim A1c118062 akan mencoba membantu menjawab no 3 Warna kuning yang disebabkan adalah pencampuran Hno3 dengan eter membentik unsur nitrogen yamg berwarna kuning.Padacsat dilakukan pencelupancdengan es berubah menjadi putih Karena Konsentrasi
    Konsentrasi es batu yang ada mengalahkan konsentrasi nitrogen yang terbentuk sehingga warnanya menjadi bening

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum, nama saya Isnaini Puji Rahayu, NIM A1C118020. Saya akan menjawab pertanyaan no 1. Jadi antara benzena dan eter saat ditambahkan KMnO4 memperlihatkan hasil berbeda, pada benzena terbentuk 2 lapisan sedangkan eter mengalami perubahan warna menjadi merah. Hal ini disebabkan karena benzena itu sukar bereaksi, dia memiliki cincin siklik yang terdiri dari ikatan carbon dan hidrogen, sementara pada eter ikatannya adalah rantai terbuka, jadi lebih mudah untuk mengalami oksidai sehingga ia tidak membentuk lapisan seperti pada benzena.

    BalasHapus