Jurnal Praktikum
Kimia Organik 1
Kromatografi Lapis Tipis dan Kolom
Disusun Oleh :
Adriyan Wijaya Putra
(A1C118035)
Dosen Pengampu :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
Program Studi Pendidikan Kimia
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jambi
2020
Percobaan ke-8
I. Judul : Kromatografi Lapis Tipis dan Kolom
II. Hari/Tanggal : Rabu/ Maret 2020
III. Tujuan : Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
1. Untuk dapat memahami dan terampil dalam teknik-teknik dasar kromatografi lapis tipis dan kolom.
2. Untuk dapat memahami dan terampil dalam membuat pelat kromatografi lapis tipis dan kolom kromatografi.
3. Untuk dapat memahami dan terampil dalam memisahkan suatu senyawa dari campurannya dengan kromatografi lapis tipis dan memurnikannya dengan kolom.
4. Untuk dapat memahami dan terampil dalam memisahkan pigmen tumbuhan dengan cara kromatografi kolom.
IV. Landasan Teori
Salah satu teknik yang biasa
digunakan dalam analisis di kimia organik yang terkhusus dalam pemisahn suatu
campuran yaitu dikenal dengan kromatografi yang mana merupakan suatu cara atau
teknik pemisahan analitik yaitu memisahkan campuran zat menjadi sebuah
komponen-komponen penyususnnya, sehingga masing-masing dari komponen tersebut
dapat dianalisis secara menyeluruh. Kromatografi ini terbagi dalambeberapa
jenis yaitu ada kromatografi kertas, kromatografi lapis tipis (TLC),
kromatografi cair, kromatografi gas, kromatografi kolom, kromatografi penukar
ion, dan kromatografi afinitas, yang dimana semua jenis kromatografi memiliki
prinsip dasar yang sama. Didalam kromatografi kompinen-komponen terdistribusi
dalam dua fasa yaitu fasa gerak dan fasa diam. Dimana fasa gerak atau pengemban
yang merupakan suatu pelarut yang mengalir di dalam kolom atau lapisan tipis
khroamtogram. Sedangkan fasa diam atau adsorben yaitu suatu zat biasanya berupa
padat yang mengisi kolomatau menempel pada lapisan plat atau kertas baik berupa
sillika gel, selulosa atau yang lazim tergantung dengan jenis kromatografinya.
Dalam percobaan ini akan melakukan percobaan dengan dua jenis kromatografi
yaitu kromatokrafi lapis tipis (TLC) dan kromatografi kolom (Syamsurizal,2019).
Kromatografi lapis tipis atau TLC
singkatan dari Thin Layer Chromatography yang merupakan salah satu jenis
kromatografi, biasanya pemisahan dengan kromatografi lapis tipis ini
menggunakan media pemisah yang biasa digunakan plat kaca, alumunium, ataupun
plastik. Pada kromatografi lapis tipis fasa diam yang digunakan yaitu pelat
tipis dan fasa gerak yang digunakan yaitu pelarut organik. Kromatografi lapis
tipis ini mirip dengan kromstografi dari Cara melakukan kromatografi lapis tipis
sama dengan kromatografi kertas itu sama,
hanya saja mendia pemisahannya yang membedakan dari kromatografi ini.
Pada kromatografi lapis tipis dikembangkan oleh Ismailoff dan Schaiber pada
tahun 1938. Pada kromatografi lapis tipis dimana fase gerak akan menyerap
sepanjang fase diam yang mana akan membentuk kromatogram. Pada kromatografi ini
biasanya digunakan sebagai materi pelapisnya adalah silikka gel, juga kadang
memakai bubuk selulosa. Kelebihan dari
kromatografi lapis tipis sendiri yaitu pengerjannya yang lebih cepat,
dan bahan yang dibutuhkan dengan keperluan tidak banyak dan juga pemisahannya
yang baik. Teknik kromatografi lapis tipis ini adalah metode yang sederhana
dalam pemisahan (Khopkar, 2010).
Dalam kromatografi lapis tipis
plat akan diberi garis pada ujung bawah dan ujung atas sepanjang 0.5 cm sebagai
kedududkan garis awal dan depan pelarut yang ditandai.plat yang telah diberi
garis kan ditotolkan dengan larutan sampel. Lalu dimasukkan kedalam pelarut
yang mudah menguap, hanya ujung dari plat yang menyentuh pelarut dan jangan
larutan sampel kena dengan pelarut. Sampel akan bergerak keatas sampe garis
yang telah diberi. Lalu plat dikeringkan dan dimasukkan ke dalam chumber yang berisi dengan larutan pengembang. Akan
tampaksenyawa akan bergerak lurus keatas
seperti noda-noda yang utuh.
Dalam hal ini pelarut pengembang akan dibiarkan mengering uneuk
menampakkan senyawa yang dipisahkan. Dari hal ini dapat diukur berapa jarak
yang ditempuh oleh noda. Yaitu dengan identifikasi senyawa dapat membandingkan
harga Rf atau Retardation Factor. Jika noda sudah berwarna dapat langsung
diperikasa dan ditentukan harga dari Rfnya. Dimana dapat nilai Rf dapat
dihitung dengan perbandingan jarak yang ditempuh senyawa denagn jarak yang
ditempuh oleh pelarut (Tim Kimia Organik, 2016).
Dalam
kromatografi memiliki azas yang penting yaitu senyawa yang berbeda mempunyai
koefisien distribusi yang berbeda diantara kedua fasa. Prinsip dari
kromatografi yaitu komponen punyusun suatu zat terletak pada perbedaan afinitas
dari setiap jenis analit terhadapfasa diam dan fasa gerak yang mana
komponenpunyusun suatu zat tersebut akan terpisah satu dengan yang lain. Setiap
komponen dalmmcampuran senyawa bergerak dengan laju yang berbeda beda
dalamsistem kromatografi yang mana hal ini akan menhasilkan pemisahan yang
sempurna. Kromatografi dapat digunakan dalam analisis kualitatif dan analisis
kuantitatif. Bahan penyerap yang biasa digunakan dalam kromatografi yaitu
sillika gel atau rumus kimianya SiO2. H2O atau juga yang sering digunakan yaitu
alumina terhidrasi dengan rumus kimianya Al3O3. Bahan-bahan tersebut memiliki
daya menjerap senyawa organik yang baik. Karena semakin polar senyawa organik
maka semakin kuat pula ia menjerap molekul air, sehingga keaktifannya menurun
(Alimin, 2007).
Kromatografi kolom suatu teknik
pemisahan yang penting untuk pemisahan skala preparatif dari beberapa miligram
sampai puluhan gram. Kormotografi kolom ini dimana fasa diamnnya menggunakan
sillika gel dan fasa gerak yang dugunkan adalah pelarut organik. Dalam
kromatografi kolom yaitu memurnikan zat dengan menggukan kolom. Pada
kromatografi kolom ini fasa geraknya yang disebut dengan eluen yang mana
merupakan campuran pelarut yang dialirkan kedalam kolom atau merambat. Yang
dialairkan terusmenerus melalui bahan penjerap yang mana ini menggunakan proses
adsopsi.setiap zatyang tercampur akan terbwa turun yang mana memiliki kecepatan
yang berbeda-beda tergantung pada afisinitasnya terhadap penjerap atau
adsorben. Zat-zat yang terpisah akan membentuk seperti pita akan menuruni kolom
yang akan ditampung ke dalam sejumlah tabung. Laju dari gerakanpita-pita itu
dapat dikendalikan dengan mengatur kompisisi dari eluen. Dalam hal ini semakin
elmah ikatan zat dengan permukaan dari sillikagel maka maskin cepat pula zat
tersebut terpisah(Soebagio, 2005).
V. Alat dan Bahan
|
No
|
Alat
|
Bahan
|
|
1.
|
Plat TLC
|
Etanol
|
|
2.
|
Gelas Piala 1L
|
Metanol
|
|
3.
|
Bejana Pengembang
|
Kloroform
|
|
4.
|
Lampu UV
|
Etil Asetat
|
|
5.
|
Kolom
Kromatografi
|
n-heksana
|
|
6.
|
Glass Wool/ Kapas
|
Aseton
|
|
7.
|
Tabung Reaksi
|
Ekstrak tanaman
|
|
8.
|
-
|
Larutan Serium
Sulfat
|
|
9.
|
-
|
Ekstrak Daun
|
|
10.
|
-
|
Silika Gel
|
VI. Prosedur Kerja
6.1 Kromatografi Lapis Tipis
6.2 Kromatografi kolom
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari video berikut ini :
Thin Layer Chromatography (TLC)Permasalahan
1. Bagaimana cara kita untuk memvisualisasikan pelat TLC.?
2. Pada percobaan dilakukannya peletakan kertas saring ke dalam tangki kromatografi (gelas kimia). Apa fungsi dari kertas saring pada percobaan tersebut.?
3. Pada percobaan digunakannya sifat sifat silika dan sifat pelarut. Apa fungsi dari penggunaan sifat sifat silika dan sifat pelarut yang di gunakan pada percobaan ini?
