Jurnal Praktikum
Kimia Organik 1
Reaksi - Reaksi Hidrokarbon
Disusun Oleh :
Adriyan Wijaya Putra
(A1C118035)
Dosen Pengampu :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
Program Studi Pendidikan Kimia
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jambi
2020
Percobaan 4
I. Judul : Reaksi - Reaksi Hidrokarbon
II. Hari/Tanggal : Rabu/ 05 Maret 2020
III. Tujuan : Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
1. Untuk dapat mengetahui perbedaan sifat sifat kimia hidrokarbon alifatik jenuh dan tak jenuh.
2. Untuk dapat mengetahui jenis reaksi kimia untuk membedakan ketiga golongan senyawa hidrokarbon.
3. Untuk dapat mengetahui cara dan teknik pengujian ketiga golongan senyawa hidrokarbon.
IV. Landasan Teori
5.1 Alat
1. Tabung Reaksi
5.2 Bahan
1. Ligorin
VI. Prosedur kerja
Untuk videoya dapat dilihat di link dibawah ini :
Senyawa yang tersusus dari unsur atom
karbon (C) dan hidrogen (H) dimana termasuk dalam senyawa organik yang dikenal
dengan senyawa hirokarbon. Berdasarkan jenis ikatan antara atom-atom karbon
maka senyawa hidrokarbon dapat dikelompokkan menjadi senyawa hidrokarbon jenuh
dan senyawa hidrokarbon tidak jenuh. Ikatan antara atom karbonnya tunggal
merupakan senyawa hidrokarbon jenuh dimana ikatan di alkana. Sedangkan, untuk
yang senyawa hidrokarbon tidak jenuh yaitu ikatan antara atom karbonnya rangkap
dua dan rangkap tiga yang terjadi di alkena dan alkuna. Berdasarkan bentuk
rantai karbon dan jenis ikatannya, senyawa hidrokarbon dikelompokan menjadi
tiga yaitu hidrokarbon alifatik, hidrokarbon alisiklik dan hidrokarbon
aromarik. Ada tiga senyawa jenis hidrokarbon alifatik yaitu alkana, alkena, dan
alkuna. Pada hidrokarbon aromatik ini contoh senyawanya yaitu benzen dimana
rantai karbonnya melingkar dan berikatan konjugasi yaitu ikatan tunggal dan
ikatan rangkap yang selang-seling (Penuntuk Kimia Organik 1, 2016).
Senyawa hidrokarbon jenuh yaitu
ikatan karbonnya tunggal dengan rantai terbuka di mana senyawanya hidrokarbonya
pada golongan alkana. Ikatan tunggal C- dan C-C yang membuat ikatan ini menjadi
jenuh. Alkana sendiri memiliki rumus molekul yaitu CnH2n+2. Alkana merupakan
senyawa nonpolaryang tidak larut dalam air. Jika semakin panjang rantai atom C,
maka titik didihnya makin tinggi. Alkana mudah sekali mengalami reaksi
subtitusi dengan atom-atom halogen.dan juga dapat mengalami oksidasi yaitu
reaksi pembakaran. Alkana akan bereaksi lambat jika direaksikan dengan
brom dan asam sulfat pekat. Pada brom akan bereaksi dengan alkana jika adanya
cahaya dan tidak akan berekasi atau lambat di tempat yang gelap dan suhu kamar.
Alkena dan alkuna merupakan senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan
ikatan rangkap dua dan rangkap tiga antara atom karbonnya. Rumus molekul dari
alkena yaitu CnH2n, dan alkuna rumus molekulnya yaitu CnH2n-2. Jika alkena
direaksi dengan brom akan mengalami reaksi adisi dimana tidak memerlukan cahaya
ketika direaksikan, reaksinya berjalan cukup cepat, tetapi agak lambat terhadap
oksidator dalam suasana alkali (Fessenden, 2017).
Senyawa hidrokarbon yang tersusun oleh
atom karbon hidrogen dimana akan membentuk sebuah senyawa dengan berbagai macam
ikatan baik tunggak maupun ikatan rangkap dimana dilihat dari jenuh dan tidak
jenuhanya senyawa, yaitu dikenal sebagai golongan alkana, alkena, dan alkuna.
Senyawa hidrokarbon ini banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari seperti
contohnya dalam bahan bakar kendaraan yang digunakan dan juga gas. Dimana
tentunya dilewati dengan berbagai reaksi-reaksi terlebuh dahulu, seperti reaksi
pembakaran sempurna dan tidak sempurna. Dimana dengan bantuan katalis seperti
katalis almunium klorida yang membuat rantai hidrokarbon menjadi barcabang.
Senyawa hidrokarbon seperti pada butana yang mana ketika diidomerisasi akan
manajdi isobutana yang banyak diapakai dalam pembuatan bahan bakar. Senyawa
hidrokarbon yang direaksikan dengan subtitusi dimana senyawa tersebut akan
berubah menajdi alkil halida (Syamsurizal, 2019).
Alkuna saam dengan alkena yang memiliki
ikatan rangkapa pada atom karbonyya, tetapa pada alkuna ikatannya rangkap tiga.
Dimana alkuna termasuk kedalaam senyawa hidrokarbon tak jenuh. Kenapa dikatakan
tidak jenuh dikarenakan pada alkuna memilikiatom hidrogen perkarbonnya lebih
sedikit di banding dengan alkana dan alkena. Alkana pada reaksi oksidasi
sempurna terjadi pada gas karbonhidroksida dengan sejumlah air dan energi.
Untuk reaksi subtitusi dimana pergantian suatu unsur dengan unsur lain yang
dimana terikat dengan alkana. Reaksi sulfonasi pada alakan jika alkana memuliki
atom karbon tertier yang mana dapat berlangsung jika reaksinya melibatkan asam
sulfat (Marsuali, 2004).
Induk besar dari senyawa organik yang
dekenal di senyawa aromatik yaitu dikenal dengan benzen. Dimana pada benzen
berisi dengan enam atom hidrogen berbentuk seperti cicnci dimana tak jenuh dan
setiap atom karbon ada dalam satu ikatan rangkap. Dimana pada benzena terdepat
ikatan tunggal dan ikatan rangkapa dua yang nantinya membentuk seperti cincin.
Pada cincin benzen ini struktur molekulnnya dibuat ketika enam atom karbon
terhubung satu sama lain dan saling terkait dalam cincin. Di dalam senyawa
aromatik banyak mengadandung senyawa aromatik contohnya PAH singkatan
dari poly aromatic hydrocarbon. Dalam senyawa aromatik dalam minyak lebih
toksin di banding dengan senyawa alkana. Senyawa aromatik PAH merupakan senyawa
yang mengandung lebih dari dua cicin benzennya. Cincin benzen yang berhubungan
akan membentuk beberapa zat salah satunya yaitu PAH yang mana terbentuk melalui
pembakaran tidak sempurna. Dan beberapa PAH ini beracun yang dapat menyebabkan
masalah yang serius (Riswiyanto, 2009).
V. Alat dan bahan
5.1 Alat
1. Tabung Reaksi
2. Pipet Tetes
3. Gelas Piala
4. Batu didih
5. Tabung Reaksi
Besar
6. Termometer
7. Lemari asam
5.2 Bahan
1. Ligorin
2. Sikloheksana
3. Benzene
4. Asam Sulfat
Pekat
5. Asam Nitrat
6. Kalium
Permaganat
7. Aquades
8. Karbon
tetraklorida
9. Senyawa tak
dikenal
10. Kertas lakmus
11. Potongan besi
VI. Prosedur kerja
6.1 Brom
dalam Karbon Tetraklorida
6.2 Brom
6.3 Larutan Kalium Permaganat
6.4 Asam Sulfat Pekat
6.5 Asam Nitrat
6.6 Senyawa tak dikenal
Untuk videoya dapat dilihat di link dibawah ini :
Permasalahan
1.
Apa yang akan terjadi ketika larutan tak jenuh (alkena) diteteskan dengan
beberapa tetes air brom?
2.
Pada video dilakukan penetesan menggunakan Kalium Permaganat dan Air Brom
kepada larutan tak jenuh (alkena), apakah hasil yang diperoleh dari keduanya
perlakuan itu berbeda? tolong jelaskan!
3.
Apa hasil yang akan didapatkan, jika kita meneteskan beberapa tetes Kalium
Permaganat kepada larutan jenuh? apakah berbeda hasil yang didapatkan dengan
penetesan pada larutan tak jenuh (alkena)?

Assalamualaikum... Saya M.Riyo Agung Kurnia NIM A1C118011... Saya akan menjawab pertanyaan no 1. Jadi berdasarkan Vidio percobaan di jurnal ini, ketika alkena ditetesi oleh Brom maka ia kan bereaksi. Brom larut kedalam alkena. Larutannya berwarna bening agak kekuningan.
BalasHapus
BalasHapusAssalamualaikum, saya Isnaini Puji Rahayu, NIM A1C118020 akan menjawab pertanyaan nomor 2. Hasil dari kedua perlakuan berbeda. Pada uji brom, latutan tak jenuh tidak mengalami perubahan warna, ssementar pada uji bayer larutan tak jenuh menjadi berwarna pink kecoklatan. karena zat yang ditambahkan pada larutan tak jenuh ini berbeda, maka hasil yang ditunjukkan juga berbeda.
assalammualaikum wr.wb. saya indah syafitri NIM. A1C118018 akan membantu menjawab pertanyaan no 3.berdasarkan video diatas, hasil yang diperoleh dari penetesan kalium permanganat pada larutan jenuh dn tak jenuh berbeda. pada larutan jernuh Kalium permanganat tidak bereaksi sehingga tidak terjadi perubahan warna pada larutan tetap berwarna pink,berbeda dengan penetesan kalium permanganat pada larutan tak jenuh, larutan berubah dari yang awalnya berwarna pink menjadi jernih dan terdapat endapan.
BalasHapus