Senin, 27 April 2020

Jurnal Kromatografi Lapis Tipis dan Kolom

Jurnal Praktikum 
Kimia Organik 1
Kromatografi Lapis Tipis dan Kolom 



Disusun Oleh :


Adriyan Wijaya Putra
(A1C118035)


Dosen Pengampu :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.


Program Studi Pendidikan Kimia
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jambi
2020

Percobaan ke-8

I. Judul              : Kromatografi Lapis Tipis dan Kolom

II. Hari/Tanggal : Rabu/  Maret 2020

III. Tujuan            : Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :

1. 
Untuk dapat memahami dan terampil dalam teknik-teknik dasar kromatografi lapis tipis dan kolom.

2. 
Untuk dapat memahami dan terampil dalam membuat pelat kromatografi lapis tipis dan kolom kromatografi.

3. Untuk dapat memahami dan terampil dalam memisahkan suatu senyawa dari campurannya dengan kromatografi lapis tipis dan memurnikannya dengan kolom.

4. Untuk dapat memahami dan terampil dalam memisahkan pigmen tumbuhan dengan cara kromatografi kolom.

IV. Landasan Teori

Salah satu teknik yang biasa digunakan dalam analisis di kimia organik yang terkhusus dalam pemisahn suatu campuran yaitu dikenal dengan kromatografi yang mana merupakan suatu cara atau teknik pemisahan analitik yaitu memisahkan campuran zat menjadi sebuah komponen-komponen penyususnnya, sehingga masing-masing dari komponen tersebut dapat dianalisis secara menyeluruh. Kromatografi ini terbagi dalambeberapa jenis yaitu ada kromatografi kertas, kromatografi lapis tipis (TLC), kromatografi cair, kromatografi gas, kromatografi kolom, kromatografi penukar ion, dan kromatografi afinitas, yang dimana semua jenis kromatografi memiliki prinsip dasar yang sama. Didalam kromatografi kompinen-komponen terdistribusi dalam dua fasa yaitu fasa gerak dan fasa diam. Dimana fasa gerak atau pengemban yang merupakan suatu pelarut yang mengalir di dalam kolom atau lapisan tipis khroamtogram. Sedangkan fasa diam atau adsorben yaitu suatu zat biasanya berupa padat yang mengisi kolomatau menempel pada lapisan plat atau kertas baik berupa sillika gel, selulosa atau yang lazim tergantung dengan jenis kromatografinya. Dalam percobaan ini akan melakukan percobaan dengan dua jenis kromatografi yaitu kromatokrafi lapis tipis (TLC) dan kromatografi kolom (Syamsurizal,2019).

Kromatografi lapis tipis atau TLC singkatan dari Thin Layer Chromatography yang merupakan salah satu jenis kromatografi, biasanya pemisahan dengan kromatografi lapis tipis ini menggunakan media pemisah yang biasa digunakan plat kaca, alumunium, ataupun plastik. Pada kromatografi lapis tipis fasa diam yang digunakan yaitu pelat tipis dan fasa gerak yang digunakan yaitu pelarut organik. Kromatografi lapis tipis ini mirip dengan kromstografi dari Cara melakukan kromatografi lapis tipis sama dengan kromatografi kertas itu sama,  hanya saja mendia pemisahannya yang membedakan dari kromatografi ini. Pada kromatografi lapis tipis dikembangkan oleh Ismailoff dan Schaiber pada tahun 1938. Pada kromatografi lapis tipis dimana fase gerak akan menyerap sepanjang fase diam yang mana akan membentuk kromatogram. Pada kromatografi ini biasanya digunakan sebagai materi pelapisnya adalah silikka gel, juga kadang memakai bubuk selulosa. Kelebihan dari  kromatografi lapis tipis sendiri yaitu pengerjannya yang lebih cepat, dan bahan yang dibutuhkan dengan keperluan tidak banyak dan juga pemisahannya yang baik. Teknik kromatografi lapis tipis ini adalah metode yang sederhana dalam pemisahan (Khopkar, 2010).

Dalam kromatografi lapis tipis plat akan diberi garis pada ujung bawah dan ujung atas sepanjang 0.5 cm sebagai kedududkan garis awal dan depan pelarut yang ditandai.plat yang telah diberi garis kan ditotolkan dengan larutan sampel. Lalu dimasukkan kedalam pelarut yang mudah menguap, hanya ujung dari plat yang menyentuh pelarut dan jangan larutan sampel kena dengan pelarut. Sampel akan bergerak keatas sampe garis yang telah diberi. Lalu plat dikeringkan dan dimasukkan ke dalam chumber  yang berisi dengan larutan pengembang. Akan tampaksenyawa akan bergerak lurus keatas  seperti noda-noda yang utuh.  Dalam hal ini pelarut pengembang akan dibiarkan mengering uneuk menampakkan senyawa yang dipisahkan. Dari hal ini dapat diukur berapa jarak yang ditempuh oleh noda. Yaitu dengan identifikasi senyawa dapat membandingkan harga Rf atau Retardation Factor. Jika noda sudah berwarna dapat langsung diperikasa dan ditentukan harga dari Rfnya. Dimana dapat nilai Rf dapat dihitung dengan perbandingan jarak yang ditempuh senyawa denagn jarak yang ditempuh oleh pelarut (Tim Kimia Organik, 2016).

Dalam kromatografi memiliki azas yang penting yaitu senyawa yang berbeda mempunyai koefisien distribusi yang berbeda diantara kedua fasa. Prinsip dari kromatografi yaitu komponen punyusun suatu zat terletak pada perbedaan afinitas dari setiap jenis analit terhadapfasa diam dan fasa gerak yang mana komponenpunyusun suatu zat tersebut akan terpisah satu dengan yang lain. Setiap komponen dalmmcampuran senyawa bergerak dengan laju yang berbeda beda dalamsistem kromatografi yang mana hal ini akan menhasilkan pemisahan yang sempurna. Kromatografi dapat digunakan dalam analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Bahan penyerap yang biasa digunakan dalam kromatografi yaitu sillika gel atau rumus kimianya SiO2. H2O atau juga yang sering digunakan yaitu alumina terhidrasi dengan rumus kimianya Al3O3. Bahan-bahan tersebut memiliki daya menjerap senyawa organik yang baik. Karena semakin polar senyawa organik maka semakin kuat pula ia menjerap molekul air, sehingga keaktifannya menurun (Alimin, 2007).

Kromatografi kolom suatu teknik pemisahan yang penting untuk pemisahan skala preparatif dari beberapa miligram sampai puluhan gram. Kormotografi kolom ini dimana fasa diamnnya menggunakan sillika gel dan fasa gerak yang dugunkan adalah pelarut organik. Dalam kromatografi kolom yaitu memurnikan zat dengan menggukan kolom. Pada kromatografi kolom ini fasa geraknya yang disebut dengan eluen yang mana merupakan campuran pelarut yang dialirkan kedalam kolom atau merambat. Yang dialairkan terusmenerus melalui bahan penjerap yang mana ini menggunakan proses adsopsi.setiap zatyang tercampur akan terbwa turun yang mana memiliki kecepatan yang berbeda-beda tergantung pada afisinitasnya terhadap penjerap atau adsorben. Zat-zat yang terpisah akan membentuk seperti pita akan menuruni kolom yang akan ditampung ke dalam sejumlah tabung. Laju dari gerakanpita-pita itu dapat dikendalikan dengan mengatur kompisisi dari eluen. Dalam hal ini semakin elmah ikatan zat dengan permukaan dari sillikagel maka maskin cepat pula zat tersebut terpisah(Soebagio, 2005).

V. Alat dan Bahan

No
Alat
Bahan
1.
Plat TLC
Etanol
2.
Gelas Piala 1L
Metanol
3.
Bejana Pengembang
Kloroform
4.
Lampu UV
Etil Asetat
5.
Kolom Kromatografi
n-heksana
6.
Glass Wool/ Kapas
Aseton
7.
Tabung Reaksi
Ekstrak tanaman
8.
-
Larutan Serium Sulfat
9.
-
Ekstrak Daun
10.
-
Silika Gel

VI. Prosedur Kerja

6.1 Kromatografi Lapis Tipis


6.2 Kromatografi kolom


Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari video berikut ini :
Thin Layer Chromatography (TLC)

Permasalahan


1. Bagaimana cara kita untuk memvisualisasikan pelat TLC.?



2. Pada percobaan dilakukannya peletakan kertas saring ke dalam tangki kromatografi (gelas kimia). Apa fungsi dari kertas saring pada percobaan tersebut.?



3. Pada percobaan digunakannya sifat sifat silika dan sifat pelarut. Apa fungsi dari penggunaan sifat sifat silika dan sifat pelarut yang di gunakan pada percobaan ini?

3 komentar:

  1. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Valen Dwi Putri dengan NIM A1C118050. Disini saya akan menjawab pertanyaan nomor 2,kertas saring yang dimasukkan kedalam gelas kimia berfungsi untuk menjenuhkan eluen yang ada didalam gelas kimia, yg mana eluen tersebut nantinya akan digunakan sebagai larutan yang akan dicelupkan lempeng KLT.Terimakasih

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Sari Bulan NIM A1C118065 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 3, Fase diam (adsorben) kegunaannya bertindak sebagai pemisah campuran. Dimana yang digunakanan adalah silica gel, aluminium oksida, selulosa. Namun yang paling banyak digunakan adalah silika gel dan aluminium oksida karena kedar air yang digunakan berpengaruh nyata terhadap daya
    Fasa gerak (Eluen) kegunaanya bertindak sebagai pembawa campuran. Komponen-komponen campuran akan bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda akibat hambatan dari fase diam sehingga terjadi pemisahan pada percobaan kromatografi lapis tipis ini karena sifat dari kedua komponen yang digunakan ini. Disini eluen merupakan pelarut

    BalasHapus
  3. Assalammualaikum wr.wb..
    Perkenalkan nama saya Radiah dengan Nim A1C118045 akan mencoba menjawab permasalahan no 1..
    Pelat KLT dapat dibuat sendiri atau dibeli langsung dari pasaran. Pelat KLT komersial pada umumnya lebih seragam sehingga dapat memberikan daya ulang yang baik, tetapi dapat juga dibuat sendiri pelat KLT dengan kualitas yang baik. Adapaun cara kita untuk menvisualisasikan pelat TLC yaitu dengab mengamati bercak pada pelat TLC, pengamatan dapat dilakukan dengan cara merusak atau mereaksikan komponen atau senyawa yang ada bercak itu dan juga bisa dengan cara tanpa merusak komponen atau senyawa.

    BalasHapus