Jurnal Praktikum
Kimia Organik 1
Reaksi - Reaksi Alkohol dan Fenol
Disusun Oleh :
Adriyan Wijaya Putra
(A1C118035)
Dosen Pengampu :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
Program Studi Pendidikan Kimia
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jambi
2020
Percobaan 6
I. Judul : Reaksi - Reaksi Alkohol dan Fenol
II. Hari/Tanggal : Rabu/ Maret 2020
III. Tujuan : Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
1. Untuk dapat mengetahui perbedaan sifat-sifat antara alkohol dan fenol.
2. Untuk dapat
3. Untuk dapat memahami
azas-azas dari reaksi tersebut pada b.
IV. Landasan Teori
V. ALAT DAN BAHAN
VI. PROSEDUR KERJA
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada video berikut dengan mengklik link dibawah ini :
Permasalahan :
1. Pada Logam natrium test, apa yang menyebabkan larutan mengeluarkan gas saat dimasukan logam aktif natrium? dan reaksi apa yang terjadi?
2. Pada Iodium test, apa yang menyebabkan campuran alkohol dan iodium menjadi bening saat ditambahkan natrium hidroksida? dan mengapa saat dipanaskan terpisah kembali mebentuk endapan dengan berbeda warna?
3. Pada Lucas test, Mengapa pada alkohol primer dilakukan pemanasan sedangkan pada alkohol sekunder dan tersier tidak hanya digoncangkan? Tolong jelaskan!
Alkohol merupakan senyawa sebagai turunan alkana yang dimana satu hatom
H diganti dengan OH yang merupakan gugus hidroksil. Sehinga nama alkohol
diambil akhiran alkana yang diganti dengan “ol” dan OH sebagai gugus terikat
yang dinyatakan dengan angka atau diambil dari nama alkil-alkohol.rumus umum
darialkohol yaitu : CnH2n+1OH .Alkohol sendiri memiliki ikatan yang mirip
dengan air yang terdiri dari molekul polar. Ikatan hidrogen antar
moleku-molekul inilah yang memebuat alhokol mempunyai ikatan yang mirip dengan
air, dan hal ini membuat titik didih alkohol lebih tinggi. Sedangkan Fenol
memiliki gugus yang sama dengan lakohol tetapi pada gugus fenol ini melekat
dengan cincin aromatik. Fenol memiliki sifat yang asam, dan sifat asam fenol
ini lebih kuat dari alkohol. Dimana kekuatan asamnya antara etanol dan asam
asetat sengan pKa nyasebesar 10. Pada fenol atom H nya dapat diganti dengan
logam dan juga basa, yanag mana akan terjadi fenolat. Dimana ion Fenoksida yang merupakan basa
lemah yang dapat diolah dengan suatu fenol dan Naoh didalam air yang membuat
reaktifitasnya berbeda dengan reaktifitas alkohol. Karena fenol yang lebih
bersifat asam dibandingkan dengan alkohol hal ini karena anion yang dihasilkan
oleh resonansi dengan mutan yang negatih didelokalisasi oleh cincin aromatik.
Sehingga fenol sangat mudahh pula untuk diokdasi oleh oksigen yang manaakan
memberikan warna. Fenol juga mereduksi larutan fehling dan Ag-beramoniak.
Ketika direaksi dengan FeCl3 akan memberikan reaksi-reaksi berwarna. Fenol memiliki
sifat anti septik yang biasa sering digunkan sebagai antiseptikum yaitu suatu
zat untuk membunuh bakteri. Selaian bersifat antiseptik fenol juga bersifat
beracun (Chang, 2004).
Alkohol dan fenol merupkan
senyawa yang yang sering digunakan di kehidupan sehari-hari seperti pada pembuatan
minuman beralkohol. Alkohol dan fenol sendiri merupakn senyawa organik yang
memiliki gugus hidroksil yang sama. Dimana tentunya dengan mengetahui
sifat-sifat kimia dan fisika sehingga dapat mengetahui reaksi apa saja yang
dapat direaksikan dengan alkohol. Alkohol dapat berekasi menjadi berbagai
turunan. Dan alkohol juga dapat mengalami reaksi dehidrasi yang mana akan
membentuk senyawa tak jenuh. Semakin panjang rantai hidrokarbon pada alkohol
maka semakin tinggi pula titik didihnya dan kelarutannya dalam air semakin
sedikit, dimana semakin banyak atau berat molekulnya maka semakin tinggi pula
titik didih dan semakin kecil kelarutannya di dalam air. Dengan bertambahnya berat molekul alkohol
akan cenderung terjadi interaksi antaradipol-dipol. Alkohol sendiri memiliki
sifat yang menyerupai air sehingga bisa larut baik dalam suasana asam maupun
basa. Ikatan hidrogen pada alkohol yang memiliki muatan yang positif yang mana
akan berikatan kuat dengan atom oksigen yang memiliki pasangan elektron bebas
yang bersifat elektronegatif. Pada fenol memiliki sifat asam yang lebih dari
pada alkohol karena pKa fenol sebesar 10. Hal ini karena panjangnya rantai
hidrokarobon yang dimiliki alkohol membuat sifat asamnya
melemah (Syamsurizal, 2019).
Pada alkohol memiliki kecepatan
reaksi yang berbeda terhadap suatu reagen tertentu tergantung pada jenis
lakohol. Dimana hal ini berguna untuk membedakan ketiga jenis alkohol . pada
pengujian dengan Lucas yang didasarkan dari kecepatan reaksinya dari jenis
alkohol primer, skunder dan tersier untuk berubah mnejadi klorida. Reagen yang
digunakan suatu larutan seng kloridadan HCl pekat. Pada alkohol sekunder akan
larut menghasilkan larutan bening dalam waktu 5 menit. Sedangkan unutk alkohol
primer tidak diubah menjadi klorida selama beberapa jam dengan reagen ini.
Alkohol primer dan sekunder sangat mudah sekali dioksidasi oleh asam kromat,
tetapi pada asam tersier tidak dapat dioksidasi dengan asam kromat. Pada fenol
gugs hidroksil mengaktifkan cincin benzen
yang reaktif terhadap subtitusi dari elektrofilik. Dimana ini digunkan untuk pengujian fenol
dengan penguji kualitatif yang mana kelarutannya rendah dalam air sehingga
berlangsung dlam keadaan lemah (Tim Kimia Organik I, 2016).
Alkohol dianggap sebagai turunan
alkana maupun turunan dari air H-O-H. Dan alkohol memeiliki gugus fungsi
hidroksil yang gugus fungsi tersebut terikat pada atom karbon jenuh. Rumus umum
alkohol yaitu ROH, dimana R adalah alkil. Karena sebagai turunan dari alkana
dan air ini membuat alkohol memiliki
sifat yang menyerupai air yang dikarenakan kesamaan dari gugus fungsinya. Untuk
rantai alkohol yang kecil memiliki sifat yang menyerupai air sehingga mudah
larut dalam air, sedangkan untuk alkohol rantai panjang yang mnana memiliki sifat alkana akan sangat
sedikit larut dengan air, tetapi akan mudah larut jika dilarutkan dalam pelarut
organik. Alkohol rendah larut dalam air yang mana disebabkan oleh ikatan
hidrogen anata alkohol dan air. Dari letak hidroksil pada atom C pada alkohol dapat
menentukan sifat lain dari alkohol. Bagian hidrokarbon dari suaru alkohol
bersifat hidrofob yaitu sifat yang meniloat molekul-molekul air. Semakain
panjang bagaian hidrokarbon pada alkohol ini yang membuat alkohol rantai
panjang sangan sulit larut dalam air, dimana sifat hidrofob ini yang
menghalangi sifat hidrofil gugus hidroksil. (Riswiyanto, 2009).
Berdasarkan dari letak gugus
hidroksinya alkohol terbagi menjadi tiga yaitu alkohol primer (R-OH), alkohol
sekeunder (R``CH-OH), dan alkohol primer (R```C-OH.). Dimana pada alkohol
perimer yaitu gugus –OH terikat pada atom C primer atau atom C yang mengikat
satu atom C lain. Sedangkann alakohol sekunder yaitu gugus –OH nya terikat pada atom C sekunder
yaitu atom C yang mengikat Dua atom C lainnya.dan unutk alkohol tersier yaitu
gugs –OH nya terikat dengan atom C tersier yaitu ataom C yang mengikata tiga
atom C lainnya. Contoh alkohol primer
yang sederhana yaitu etanol dan metanol. Unutk alkohol sekunder yang paling
sederhana yaitu 2-propanol. Dan alkohol tersier yang sederhana yaitu
2-metilpropan - 2 ol. Berikut adalah sifat- sifat yang dimiliki alkohol yaitu
alkohol yang rantai rendah bersifat cair yang mana menunjukkan sidat yang
menyerupai air sehingga mudah larut dalam air, sedangkan pada alkohol rantai
panjang tang berupa zat padat yang memiliki sifat seperti alkana yang mnaa
sedikit larut dalam air dan dapat larut dalam pelarut organik. Pada alkohol
primer memiliki titik didih dan titik lebur yang tinggi dibandingkan dengan
alkohol skunder (Fressenden, 2017).
Fenol banyak digunkan dalam
kehidupan sehari-hari, dimana biasa
digunakan sebagai komponenutama dalam antiseptik dagang yang dikenal dengan
triklorofenol (TCP). Dan fenol juga berfungsi dalam pembuatan obat-obatan
seperti aspirin. Tetapi dalam konsentrasi tertentu fenol memberikan effek yang
buruk. Fenol aman di lingkungan jika konsentrasinya 0.5-1.0 mg/l saja. Fenol memiliki sifat kelarutan pada suatu
pelarut yang berbeda-beda, dimana ini
disebabkan karena gugus hidroksil fenol memiliki berbeda jumlah dan posisinya.
Fenol bisa diaplikasikan pada reaksi gliserol dan o-metoksi dimana diberbagai
kondisi reaksi basa dan asam yang
pemanfaatan dari hasil samping produksi biodiesel dengan menggunkaan bahan
dasarnya yaitu minyak jelantah. Yang
mana rekasi ini akan digunkan dalam pembutan obat batuk gliseril
guaiakolat (Ritmaleni, 2013).
V. ALAT DAN BAHAN
ALAT
|
BAHAN
|
Neraca
Analitik
|
Etanol
|
Tabung
Reaksi
|
2-Propanol
|
Stopwatch
|
Sek-butil
alkohol
|
Pipet
Tetes
|
Sikloheksanol
|
Fenol
|
|
Kolestrol
|
|
2-naftol
|
|
Indikator
pp
|
|
Aseton
|
|
Asam
sulfat pekat
|
|
Asam
asetat glasial
|
|
Larutan
FeCl3 10%
|
|
1-propanol
|
|
n-butil
alkohol
|
|
Ter-butil
alkohol
|
|
Etilen
glikol
|
|
Resorsinol
|
|
O-kresol
|
|
Larutan
NaOH 10%
|
|
Reagent
Lucas
|
|
Reagent
Bordwell-William
|
|
Larutan
Brom dalam air
|
|
Trifeil
karbinol
|
VI. PROSEDUR KERJA
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada video berikut dengan mengklik link dibawah ini :

Assalammualalikum wr.wb..
BalasHapusPerkenalkan nama saya Radiah dengan Nim A1C118045. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3.
Menurut saya dilakukan pemanasan pada alkohol primer sedangkan pada alkohol sekunder dan tersier tidak dilakukan pemanasan supaya alkohol primer dapat bereaksi dengan reagen lucas. Disini fungsi pemanasan adalah untuk mempercepat terbentuknya reaksi.
Terimakasih..