Jurnal Praktikum
Kimia Organik 1
Proses Pembuatan Sikloheksanon
Disusun Oleh :
Adriyan Wijaya Putra
(A1C118035)
Dosen Pengampu :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
Program Studi Pendidikan Kimia
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jambi
2020
Percobaan 7
I. Judul : Proses Pembuatan Sikloheksanon
II. Hari/Tanggal : Rabu/ Maret 2020
III. Tujuan : Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
1. Untuk dapat melakukan oksidasi alcohol sekunder alisiklik.
2. Untuk dapat memahami bahwa tidak hanya alcohol sekunder alifatis biasa saja yang dapat dioksidasi tetapi juga alcohol sekunder alifatik.
IV. Landasan Teori
1. Oksidasi alkohol sekunder.
2. Mengalirkan uap alkohol (sekunder) diatas tembaga panas.
3. Memanaskan garam kalsium asam monokarboklsilat jenuh, cara ini dapat di terapkan untuk membuatkan keton sederhana (R-C-R) maupun keton. Garam kalsium yang dipanaskan harus disesuaikan dengan keton yang di buat. Untuk membuat sejumlah keton dapat ditempuh dengan cara mengalirkan uap suatu asam monokarboksilat diatas katalis logam/ oksida logam yang dipanaskan. Sebagai contoh, aseton dapat diperoleh dengan mengalirkan uap asam asetat diatas katalis MnO.
V. Alat dan Bahan
VI. Prosedur Kerja
Sikloheksanon adalah senyawa
organic yang berupa cairan berminyak dan memiliki semburat kuning untuk cahaya
dan bau menyengat. Sikloheksanon memilki C6H10O formula dan sedikit larut dalam
air dan benar-benar larut dengan pelarut umum (Liang, 2012).
Pembuatan sikloheksanon merupakan
oksidasi alcohol sekunder siklik menjadi keton siklik dengan menggunakan kalium
kromat sebagai oksidator dalam suasana asam. Kondisi optimum reaksi redoks
iniyaitu pada temperature 55-600C.
Pemisahan dan pemurnian
sikloheksanon dari reaksi ini dilakukan berdasarkan sifat fisiknya (Tim
Kimia Organik, 2016).
Alcohol adalah senyaw yang
mempunyai gugus fungsi hidroksil yang terikat pada atom karbon jenuh. Alcohol
mempunyai rumus umum ROH, dimana R merupakan alkil, alkil tersubstitusi, atau
hidrokarbon siklik. Alcohol diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu alcohol
primer, sekunder dan tersier. Alcohol dapat dianggap merupakan turunan dari air
(H20), dimana satu atom hidrogenya diganti gugus alkil (Riswiyanto, 2009).
Menurut Hart (2009), mengemukakan
alkohol digolongkan kedalam primer (10 ), sekunder (20),
atau tersier (30), bergantung pada satu gugus organic yang
berhubungan dengan atom karbon pembawa gugus hidroksil.
Pembuatan keton ada 3 yaitu
sebagai berikut:
2. Mengalirkan uap alkohol (sekunder) diatas tembaga panas.
3. Memanaskan garam kalsium asam monokarboklsilat jenuh, cara ini dapat di terapkan untuk membuatkan keton sederhana (R-C-R) maupun keton. Garam kalsium yang dipanaskan harus disesuaikan dengan keton yang di buat. Untuk membuat sejumlah keton dapat ditempuh dengan cara mengalirkan uap suatu asam monokarboksilat diatas katalis logam/ oksida logam yang dipanaskan. Sebagai contoh, aseton dapat diperoleh dengan mengalirkan uap asam asetat diatas katalis MnO.
Dalam tatanama IUPAC, nama keton
menggunakan akhiran spesifik –on sebagai pengganti dari akhiran –a dalam nama
alkan yang terkait (jumlah atom karbonnya sama). Nama trivial untuk keton
menggunakan cara seperti halnya dalam penamaan eter, yaitu dengan
menyebutakan nama gugus-gugus yang
terikat pada gugus karbonil, kemudian dengan kata keton (Parlan, 2003).
V. Alat dan Bahan
NO
|
ALAT
|
BAHAN
|
1
|
Gelas Kimia 200
ml
|
Kalsium Kromat
20,5 gr
|
2
|
Erlenmeyer 250 ml
|
Asam Sulfat pekat
18 gr(10 ml)
|
3
|
Labu Bundar 250
&500 ml
|
Sikloheksanol 10
gr (10,5 ml)
|
4
|
Alat Destilasi
|
Petrolium Eter 12
ml
|
5
|
Corong
|
Magnesium Sulfat Anhidrat
|
6
|
Penangas Udara
|
-
|
VI. Prosedur Kerja
Untuk
lebih jelasnya dapat dilihat divideo berikut :
Permasalahan
1. Apa
fungsi penambahan asam fosfat pada percobaan ini ?
2. Reaksi
kimia apa yang terjadi pada percobaan kali ini?tolong sebutkan persamaan
reaksinya?
3. Mengapa
produk baru dapat dihasilkan pada temperatur 70 C – 90 C ? tidak suhu
dibawahnya?.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Adryan. Disini saya akan menjawab pertanyaan nomor 2, Reaksi kimia yang terjadi pada percobaan ini yaitu Reaksi Oksidasi. Yang mana reaksi tersebut antara alkohol sekunder (sikloheksanol) dan oksidator kuat (kalium dikromat) yang menghasilkan sikloheksanon. Reaksi yang terjadi antara kalium dikromat dan asam sulfat pekat adalah K2Cr2O7(aq) + H2O(l) + 2H2SO4(aq) → 2H2CrO4(aq) + 2K+(aq) + 2HSO4-(aq)
BalasHapusSetelah itu, saat larutan asam kromat yang berwarna oranye kemerahan ditambahkan ke dalam campuran sikloheksanol dan aquades, terjadi perubahan warna campuran menjadi hijau kehitaman. Ini dikarenakan oleh reduksi ion Cr6+ dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
C6H11OH(l) + H2CrO4(aq) → C6H11O(l) + HCrO3-(aq) + H3O+(aq)
Ion yang dihasilkan Cr4+ hasil reduksi ini kurang stabil, kemudian berubah menjadi Cr3+. Terimakasih
Saya Sri Oktika Dhijah Gultom (A1C118085) akan menjawab pertanyaan nomor 3. Produk dihasilkan adalah 70°C dan 90°C karena pada saat setelah mengalami kondensasi, maka destilat akan menetes itu terjadi pada suhu tersebut. Suhu tersebut dianggap konstan. Dan pada percobaan suhu yg didapat adalah segitu.
BalasHapusAssalamualaikum, saya Cici Indah Septiana NIM A1C118069 akan menjawab pertanyaan nomor 1. Alkohol biasanya akan mengalami reaksi eliminasi jika dipanaskan dengan asam kuat yang menjadi katalis. Asam fosfat pada percobaan ini berperan sebagai katalisator. Katalis ini akan mengoksidasi beberapa alkohol menjadi karbon dioksida dan pada saat itu juga akan tereduksi. Hasil reaksi ini akan dikeluarkan dengan cara destilasi. Terima kasih
BalasHapus