Selasa, 21 April 2020

Jurnal Pembuatan Sikloheksanon

Jurnal Praktikum 
Kimia Organik 1
Proses Pembuatan Sikloheksanon



Disusun Oleh :


Adriyan Wijaya Putra
(A1C118035)


Dosen Pengampu :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.


Program Studi Pendidikan Kimia
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jambi
2020

Percobaan 7

I. Judul              : Proses Pembuatan Sikloheksanon

II. Hari/Tanggal : Rabu/  Maret 2020

III. Tujuan            : Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :

1. 
Untuk dapat melakukan oksidasi alcohol sekunder alisiklik.

2. 
Untuk dapat memahami bahwa tidak hanya alcohol sekunder alifatis biasa saja yang dapat dioksidasi tetapi juga alcohol sekunder alifatik.

IV. Landasan Teori


Sikloheksanon adalah senyawa organic yang berupa cairan berminyak dan memiliki semburat kuning untuk cahaya dan bau menyengat. Sikloheksanon memilki C6H10O formula dan sedikit larut dalam air dan benar-benar larut dengan pelarut umum (Liang, 2012).


Pembuatan sikloheksanon merupakan oksidasi alcohol sekunder siklik menjadi keton siklik dengan menggunakan kalium kromat sebagai oksidator dalam suasana asam. Kondisi optimum reaksi redoks iniyaitu pada temperature 55-600C.  Pemisahan dan pemurnian  sikloheksanon dari reaksi ini dilakukan berdasarkan sifat fisiknya (Tim Kimia Organik, 2016).


Alcohol adalah senyaw yang mempunyai gugus fungsi hidroksil yang terikat pada atom karbon jenuh. Alcohol mempunyai rumus umum ROH, dimana R merupakan alkil, alkil tersubstitusi, atau hidrokarbon siklik. Alcohol diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu alcohol primer, sekunder dan tersier. Alcohol dapat dianggap merupakan turunan dari air (H20), dimana satu atom hidrogenya diganti gugus alkil (Riswiyanto, 2009).


Menurut Hart (2009), mengemukakan alkohol digolongkan kedalam primer (10 ), sekunder (20), atau tersier (30), bergantung pada satu gugus organic yang berhubungan dengan atom karbon pembawa gugus hidroksil.

Pembuatan keton ada 3 yaitu sebagai berikut:

1. Oksidasi alkohol sekunder.

2. Mengalirkan uap alkohol (sekunder) diatas tembaga panas.

3. Memanaskan garam kalsium asam monokarboklsilat jenuh, cara ini dapat di terapkan untuk membuatkan keton sederhana (R-C-R) maupun keton. Garam kalsium yang dipanaskan harus disesuaikan dengan keton yang di buat. Untuk membuat sejumlah keton dapat ditempuh dengan cara mengalirkan uap suatu asam monokarboksilat diatas katalis logam/ oksida logam yang dipanaskan. Sebagai contoh, aseton dapat diperoleh dengan mengalirkan uap asam asetat diatas katalis MnO. 


Dalam tatanama IUPAC, nama keton menggunakan akhiran spesifik –on sebagai pengganti dari akhiran –a dalam nama alkan yang terkait (jumlah atom karbonnya sama). Nama trivial untuk keton menggunakan cara seperti halnya dalam penamaan eter, yaitu dengan menyebutakan  nama gugus-gugus yang terikat pada gugus karbonil, kemudian dengan kata keton (Parlan, 2003).

V. Alat dan Bahan


NO
ALAT
BAHAN
1
Gelas Kimia 200 ml
Kalsium Kromat 20,5 gr
2
Erlenmeyer 250 ml
Asam Sulfat pekat 18 gr(10 ml)
3
Labu Bundar 250 &500 ml
Sikloheksanol 10 gr (10,5 ml)
4
Alat Destilasi
Petrolium Eter 12 ml
5
Corong
Magnesium Sulfat Anhidrat
6
Penangas Udara
-

VI. Prosedur Kerja




Untuk lebih jelasnya dapat dilihat divideo berikut :


Permasalahan

1. Apa fungsi penambahan asam fosfat pada percobaan ini ?

2. Reaksi kimia apa yang terjadi pada percobaan kali ini?tolong sebutkan persamaan reaksinya?

3. Mengapa produk baru dapat dihasilkan pada temperatur 70 C – 90 C ? tidak suhu dibawahnya?.

3 komentar:

  1. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Adryan. Disini saya akan menjawab pertanyaan nomor 2, Reaksi kimia yang terjadi pada percobaan ini yaitu Reaksi Oksidasi. Yang mana reaksi tersebut antara alkohol sekunder (sikloheksanol) dan oksidator kuat (kalium dikromat) yang menghasilkan sikloheksanon. Reaksi yang terjadi antara kalium dikromat dan asam sulfat pekat adalah K2Cr2O7(aq) + H2O(l) + 2H2SO4(aq) → 2H2CrO4(aq) + 2K+(aq) + 2HSO4-(aq)
    Setelah itu, saat larutan asam kromat yang berwarna oranye kemerahan ditambahkan ke dalam campuran sikloheksanol dan aquades, terjadi perubahan warna campuran menjadi hijau kehitaman. Ini dikarenakan oleh reduksi ion Cr6+ dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
    C6H11OH(l) + H2CrO4(aq) → C6H11O(l) + HCrO3-(aq) + H3O+(aq)
    Ion yang dihasilkan Cr4+ hasil reduksi ini kurang stabil, kemudian berubah menjadi Cr3+. Terimakasih

    BalasHapus
  2. Saya Sri Oktika Dhijah Gultom (A1C118085) akan menjawab pertanyaan nomor 3. Produk dihasilkan adalah 70°C dan 90°C karena pada saat setelah mengalami kondensasi, maka destilat akan menetes itu terjadi pada suhu tersebut. Suhu tersebut dianggap konstan. Dan pada percobaan suhu yg didapat adalah segitu.

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum, saya Cici Indah Septiana NIM A1C118069 akan menjawab pertanyaan nomor 1. Alkohol biasanya akan mengalami reaksi eliminasi jika dipanaskan dengan asam kuat yang menjadi katalis. Asam fosfat pada percobaan ini berperan sebagai katalisator. Katalis ini akan mengoksidasi beberapa alkohol menjadi karbon dioksida dan pada saat itu juga akan tereduksi. Hasil reaksi ini akan dikeluarkan dengan cara destilasi. Terima kasih

    BalasHapus