Jurnal Praktikum
Kimia Organik 1
Pemurnian Zat Padat
Disusun Oleh :
Adriyan Wijaya Putra
(A1C118035)
Dosen Pengampu :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
Program Studi Pendidikan Kimia
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jambi
2020
Percobaan 3
I. Judul
: Pemurnian Zat Padat
II. Hari/Tanggal : Rabu/ 26 Februari 2020
III. Tujuan
: Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
1. Untuk dapat melakukan kristalisasi dengan baik.
2. Untuk dapat memilih pelarut yang sesuai untuk rekristalisasi.
3. Untuk dapat menjernihkan dan menghilangkan warna larutan.
4. Untuk dapat memisahkan dan memurnikan campuran dengan rekristalisasi.
IV. Landasan Teori
Salah satu cara untuk memurnikan zat padat yang paling sering digunakan dan efektif adalah dengan cara rekristalisasi yaitu dengan melarutkan suatu
pelarut yang cocok sekitar titik didihnya yang disaring ketika selagi panas
untuk memisahkan zat pada tersuspensi atau tak larut di dalam larutan. Metode rekristalisasi didasarkan atas prinsip bahwa senyawa tertentu dalam campuran akan mempunyai sifat kelarutan tertentu yang berbeda dari campuran lain yang ada pada satu sistem tertentu (Penuntuk Kimia Organik I, 2016).
Suatu zat padat dapat dimurnikan dengan memanfaatkan beda kelarutannya dalam temperatur
tertentu. Bila suatu larutan jenuh panas di diinginkan, kemudian zat padat itu akan mengalami kristalisasi. Dengan membibit suatu larutan dengan beberapa kristal
halus, zat padat murni akan membuat proses kristalisasi menjadi lebih mudah. Dan saat akan melarutkan semua zat terlarut, kemudian dilakukan pengkristalan kembali yang mana proses
ini dikenal dengan pengkristalan ulang atau rekristalisasi. Dimana
rekristalisasi adalah suatu teknik atau cara untuk membuang zat pengotor pada zat padat yang ada di dalam larutan, teknik ini adalah salah satu cara
yang efekktif untuk membuang zat pengotor dalam jumlah yang sedikit (Keenan,
2006).
Suatu teknik pemurnian suatu zat padat dikenal sebagai rekristalisasi dimana digunakan untuk mengidentifikasi pemurnian zat padat dari campurannya. Rekristalisasi adalah salah satu cara pemurnian zat padat yang sering digunakan, yang mana nantinya zat-zat tersebut atau zat padat itu dilarutkan kedalam suatu pelarut yang selanjutnya akan dikristalkan kembali. Dengan mengetahui zat padat yang digunakan serta sifat-sifatnya baik kimia ataupun fisik. Dimana itu akan membantu dalam menetukan keberhasilan pemurnian suatu zat padat yang akan dimurnikan. Pada pemurnian suatu
zat harus menggunakan pelarut-pelarut yang sesuai, yaitu dengan mengetahui
pelarut-pelarut organik yang kepolarannya dapat merlarutkan suatu zat padat dengan
mencampur dua atau lebih suatu pelarut. Jenis pelarut adalah salah satu faktor yang penting
dalam rekristalisasi. Dalam pemurnian zat juga mempunyai faktor teknis yaitu
dengan teknik kristalisasi, sublimasi, dan kromatografi. Pada teknik
kristalisasi adalah cara pemisahan campuran yang bertujuan untuk memperoleh zat padat yang lain,
dalam cairan. Untuk dalam praktikum ini, digunakan teknik sublimasi
yang mana dari fase padat ke fase gas serta sebaliknya. Teknik yang digunakan itu sangat bergantung pada kompleksitas kemurnian dari suatu zat padat. Karena semakin kompleks suatu campuran maka akan semakin kompleks pula teknik yang akan digunakan untuk memisahkannya. Untuk memurnikan suatu zat padat tentu dapat juga dengan menguji
tingkat kemurnian zat tersebut dengan menguji titik lelehnya, untk menandakan apakah zat yang diuji kemurniannya sudah benar atau tidak (Syamsurizal, 2019).
Garam adalah salah
satu contoh dari penerapan teknik rekristalisasi. Dalam pemurnian garam atau
NaCl digunakan teknik rekristalisasi dimana dengan memakai pelarut adalah air. Untuk rekristalisasi itu sendiri adalah suatu teknik pemurnian suatu zat
padat dari campuran pengotor yang akan di murnikan dengan cara pengkristalan kembali menggunakan pelarut yang sesuai. Prinsip dari rekristalisasi itu adalah kelarutan
antara zat yang akan dimurnikan dengan kelarutan zat pencemar harus berbeda, dimana
campuran akan dijenuhkan, selanjutnya dipisahkan campuran itu agar zat yang
diinginkan dapat dikristalkan. Dengan demikian, ada beberapa syarat pelarut dalam proses
rekristalisasi yaitu pelarut yang dapat memberikan perbedaan kelarutan yang culup besar antara zat yang akan dimurnikan dengan zat pengotor, dan juga mudah dipisahkan dari kristal nya, serta saat di campurkan tidak akan meninggalkan zat pengotor di kristal yang dimurnikan (Rositawati, dkk, 2013).
Untuk penggunaan
sublimasi hanya sedikit zat yang bisa mengalami terjadi sublimasi. Dimana sublimasi sendiri merupakan suatu perubahan wujud atau fasa suatu zat padat ke fase gas tanpa dibarengi adanya proses
pencairan. Hal ini disebabkan karena tekanan udara pada suatu zat terlalu rendah
untuk membuat molekul-molekul melepaskan diri dari wujud padat. Prinsip dari pemisahan dengan cara sublimasi sendiri adalah zat yang akan disublimasi harus mempunyai titik didih yang besar dengan tujuan agar dapat menghasilan tingkat kemurnian yang tinggi.
Pada tahap sublimasi merambatnya panas terjadi melalui bahan kering berongga dari atas
ke bawah. Panas akan melalui jalur rambat dari lapisan beku dari bawah wadah. Hal ini terjadi karena nilai konduktivitas panas lebih tinggi dari nilai
konduktivitas panas bahan kering rongga sehingga membuat proses sublimasi akan membuat proses lebih
cepat berlangsung (Siregar, dkk, 2006).
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
1. Gelas kimia 100 ml
2. Penangas
3. Pipet tets
4. Corong Buchner
5. Cawan penguap
5.2
Bahan
1. Air suling
2. Asam benzoat
3. Naftalen
4. Kertas saring
VI.
Prosedur Kerja
6.1. Rekristalisasi
6.2. Sublimasi
Untuk video nya dapat lihat di bawah ini :
Permasalahan :
1. Pada percobaan yang dilakukan pada video, dilakukannya pemanasan pada salah satu prosedur kerjanya, apakah tujuan pemansan dalam percobaan di dalam video ?
2. Pada video dilakukan proses pendinginan pada salah satu langkah kerja nya, apa tujuan atau maksud dilakukannya pendinginan dalam percobaan tersebut?
3. Pada percobaan kali ini dilakukan suatu proses kristalisasi untuk memurnunikan suatu zat, Proses seperti apa yang terlibat dalam kristalisasi ini ?
1. Pada percobaan yang dilakukan pada video, dilakukannya pemanasan pada salah satu prosedur kerjanya, apakah tujuan pemansan dalam percobaan di dalam video ?
2. Pada video dilakukan proses pendinginan pada salah satu langkah kerja nya, apa tujuan atau maksud dilakukannya pendinginan dalam percobaan tersebut?
3. Pada percobaan kali ini dilakukan suatu proses kristalisasi untuk memurnunikan suatu zat, Proses seperti apa yang terlibat dalam kristalisasi ini ?




